Judi Online
Datukbola atau Datukbet adalah Situs Agen Judi Online Resmi dan Terpercaya di Indonesia
Home > Berita Bola > Apa Formasi Terbaik Juventus ?

Apa Formasi Terbaik Juventus ?

Dalam satu pekan terakhir, fans Juventus dibuat terkejut dengan keputusan Massimiliano Allegri menurunkan tiga striker sekaligus dalam Starting XI saat melawan Lazio di Serie A Italia (22/1) dan AC Milan di perempat-final Coppa Italia (25/1).

Menggunakan formasi anyar 4-2-3-1, Allegri menaruh Paulo Dybala di posisi gelandang serang, Gonzalo Higuain sebagai ujung tombak, dan yang paling unik adalah Mario Mandzukic sebagai winger kiri. Ketiganya didukung oleh Juan Cuadrado di sayap kanan.

Itu adalah dua partai perdana Allegri menggunakan formasi dobel pivot di musim ini, sekaligus menjadi eksperimen pertama sang pelatih untuk mengombinasikan Higuain, Mandzukic, dan Dybala secara bersamaan dalam satu lapangan.

“Saya bukanlah seorang pakar teori, tapi kemudian saya datang dengan ide gila dan itu saya coba terapkan di lapangan. Saya tak memikirkannya selama pekan kemarin, tapi setelah sesi latihan sesudahnya saya berpikir bahwa memang harus melakukan suatu perubahan,” ungkap Allegri kepada Sky Italia.

Hasilnya terbilang cukup memuaskan: Juve menang 2-0 (vs Lazio) dan 2-1 (vs Milan). Yang menarik, seluruh gol yang mereka cetak tercipta di bawah 25 menit pertama. Artinya, Bianconeri ingin langsung tancap gas sejak kick-off dengan memanfaatkan naluri tajam tiga penyerang mereka. Di sisa laga, Juve kemudian boleh santai bertahan dan mengandalkan lini belakang mereka yang terkenal tangguh.

Namun, Allegri sedikit mendapat masalah dengan formasi barunya ini, yakni saat melawan Milan. Dengan situasi unggul jumlah pemain, Juventus justru terlihat tertekan oleh serangan sepuluh pemain Milan dan kesulitan mengembangkan permainan.

Terlepas dari masih belum sempurnanya taktik baru tersebut, skema 4-2-3-1 tersebut ternyata menandai kelima kalinya Juventus berganti formasi di musim 2016/17. Formasi sebelumnya yang digunakan Allegri adalah 3-5-2, 4-3-2-1, 4-3-1-2, dan 4-3-3. Di tengah rumor kepergiannya di akhir musim ini, Allegri justru giat bereksperimen, barangkali untuk menunjukkan bahwa dirinya berpegang pada semangat nothing to lose.

Allegri paling sering menggunakan 3-5-2 di musim ini, namun lewat formasi itu pula Juventus sudah menelan empat kekalahan di Serie A (melawan Inter, Milan, Genoa, dan Fiorentina). Ini yang membuat Allegri kemudian mulai mengembangkan formasi empat bek dalam beberapa pekan terakhir.

Formasi empat bek sejauh ini berjalan mulus, dengan hanya menelan kekalahan sekali saat dibekap Milan di Supercoppa Italiana akhir tahun lalu. Itu pun tidak layak disebut kalah karena Juventus bermain imbang di waktu normal dan harus takluk lewat babak adu penalti.

Allegri sepatutnya bersyukur memiliki sejumlah pemain yang memiliki fleksibilitas posisi. Miralem Pjanic, misalnya, bisa diposisikan sebagai gelandang sentral atau playmaker. Bahkan Mandzukic yang selama ini dikenal sebagai ujung tombak murni — dianggap cuma jago menanduk bola dan main sikut — ternyata mampu bermain lincah sebagai pemain sayap.

Soal posisi baru Mandzukic tersebut, Allegri menjelaskan, “Mandzukic harus beberapa kali turun ke belakang karena ia pernah memainkan posisi itu [winger] pada waktu muda. Ia juga seperti mesin yang selalu bekerja dan tak pernah kenal lelah. Ia mampu bertahan dengan baik.”

Banyaknya formasi yang dimiliki Juventus ini pada akhirnya bisa menjadi pedang bermata dua, sebagai kekuatan atau kelemahan. Taktik yang fleksibel membuat Juventus bisa menjadi bunglon sehingga sulit diprediksi lawan. Namun, tidak memiliki formasi pakem berpotensi membuat para pemain Juve sulit menemukan pola permainan yang konsisten.

Menarik dinanti apakah Allegri bisa mewujudkan target treble nan ambisius di akhir musim dengan beragam formasi ini. Untuk saat ini, formasi 4-2-3-1 diprediksi masih akan digelar Allegri untuk beberapa partai ke depan. Apakah pelatih 49 tahun itu akan kembali mengutak-atik formasi di sisa musim? Hanya Allegri dan Tuhan yang tahu.

“Taktik ini hanyalah salah satu opsi, namun tak satu pun menyangka saya akan melakukannya! Saya tidak harus membuat setiap orang senang, yang terpenting adalah yakin atas apa yang Anda lakukan,” serunya.

You may also like
Keita Balde Lebih Pilih Gabung Milan Dari Pada Juventus
Juventus Yakin Bisa Datangkan Keita
Chiellini : Liga Champions Adalah Tujuan Utama Juventus
Paulo Dybala Tegaskan Tidak Pernah Minta Nomor 10 Untuk Dirinya