Judi Online
Datukbola atau Datukbet adalah Situs Agen Judi Online Resmi dan Terpercaya di Indonesia
Home > Berita Bola > Ezra Walian : Sepuluh Tahun Lagi indonesia

Ezra Walian : Sepuluh Tahun Lagi indonesia

Pemain Jong Ajax Ezra Walian hanya tinggal menunggu waktu secara resmi dinaturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia. Seperti diketahui, Ezra adalah pemain berdarah Belanda-Indonesia. Darah Indonesia didapatkan dari ayahnya Glenn Walian yang berasal dari Manado.

Pemain berusia 19 tahun itu pun diharapkan bisa menjadi mesin gol bagi tim nasional Indonesia U-22 di SEA Games 2017. Nama Ezra sendiri sudah mulai mencuri perhatian ketika dirinya tampil apik di ajang Lion City Cup 2012 lalu. Ketika itu, dirinya mampu membawa Ajax B2 (U-16) menjadi juara dan meraih gelar topskor.

Selain itu, pemain yang pernah memperkuat tim junior AZ Alkmaar ini juga pernah membela timnas Belanda U-15 dan U-17. Hingga akhirnya, dia mengungkapkan tekad bulatnya untuk memperkuat timnas Indonesia.

Untuk mengulik lebih dalam mengenai hasratnya itu, kami berkesempatan untuk mewawancarainya secara eksklusif di tengah kesibukannya bersama Jong Ajax. Berikut petikan wawancara dengan pemain kelahiran 22 Oktober 1997 itu.

Sebagai pemain yang ingin membela Indonesia, bagaimana Ezra menilai penampilan timnas Merah-Putih sepanjang Piala AFF bulan lalu?

Garuda telah tampil sangat bagus. Saya melihat pertandingan terakhir melalui laptop dan saya merasa sangat baik melihat mereka menggapai final. Jadi, sedih mereka kalah di pertandingan terakhir, tapi sejujurnya Thailand memang tim yang lebih baik.

Setidaknya Ezra pernah merasakan atmosfer sepakbola Asia (karakter bermain dan antusiasme penonton) ketika bermain di Lion City Cup 2012 lalu. Apa yang Ezra paling ingat dari pengalaman itu? Apakah keputusan bermain untuk Indonesia sudah muncul saat itu?

Bermain di Lion City Cup sangat luar biasa! Sejak saat itu saya merasa Indonesia. Saya mendapatkan kehangatan dan antusiasme dari semua fans Asia dan cara fantastis mereka dalam merespons sepakbola.

Ezra saat tampil di Lion City Cup 2012

Hubungan Ezra dengan mendiangĀ ibu tampaknya sangat dekat. Apakah ibunda dulu juga pernah mendorong keinginan Ezra untuk memperkuat timnas Indonesia?

Tentu saja, saya adalah family man. Jika ibu saya masih hidup, saya yakin dia akan mendukung saya bermain untuk Garuda. Dia selalu mendukung saya sepanjang hidup saya, terutama soal mimpi saya menjadi pesepakbola profesional. Tentu dia akan berdiri di belakang dan di samping saya terkait pilihan untuk memperkuat Garuda.

Abdelhak Nouri, Justin Kluivert, Donny van de Beek, Matthijs de Ligt, Vaclav Cerny — semuanya pemain muda produk akademi Ajax yang bersinar. Melihat hal itu, bagaimana persaingan Ezra untuk mendapat kesempatan menit bermain di Jong Ajax?

Kami semua mendapatkan menit bermain di Jong Ajax dan setiap orang ingin bermain. Terkadang kami bermain dalam dua kompetisi di dalam satu pekan. Jadi setiap minggu ada line-up yang berbeda dan kami belajar dari satu sama lain setiap pekannya, selama latihan maupun pertandingan.

Di antara nama yang disebutkan di atas, siapa yang menurut Ezra akan menjadi bintang baru Ajax? Alasannya?

Saya pikir mereka semua adalah talenta yang sangat bagus tapi kamu tak bisa membandingkan mereka. Mereka adalah tipe pemain yang berbeda dari segi posisi di atas lapangan.

Ezra membawa Ajax U-16 menjuarai Lion City Cup 2012 dan mencetak dua gol di final

Apakah kebijakan Ajax untuk memainkan beberapa anggota skuat senior di Jong Ajax (misalnya Matteo Cassierra dan Anwar El Ghazi) juga menyulitkan Ezra untuk mendapat kesempatan bermain?

Para pemain dari tim utama harus selalu bermain, jadi saya tidak bisa bermain. Tapi itu sebuah bagian penting dalam edukasi di Akademi Ajax. Kamu harus belajar bersepakat dengan itu. Kemudian saya berbicara kepada diri sendiri untuk berlatih lebih keras lagi.

Apakah Ezra memikirkan kesempatan di luar Ajax untuk mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak?

Saat ini saya terikat kontrak di Ajax, tapi saya sangat penasaran apa yang akan terjadi dalam enam bulan lagi.

Jika memang memperkuat timnas Indonesia, apakah ada keinginan Ezra untuk juga memperkuat klub Indonesia? Kalaupun iya, klub mana yang ingin Ezra perkuat dan alasannya?

Saya senang untuk memperkuat timnas Indonesia saat ini, dan juga ingin bermain di Liga Indonesia ke depannya, mungkin sekitar sepuluh tahun lagi. Jika memungkinkan, saya ingin mengembangkan diri dulu dalam beberapa tahun ke depan di klub Eropa.

Bambang Pamungkas, pemain yang menginspirasi Ezra.

Apakah nantinya Ezra tidak menyesal, ketika sudah dinaturalisasi tapi tetap gagal membela timnas, karena semua keputusan tergantung dari pelatih timnas nantinya?

Saya pikir kita harus membuat keputusan dan pilihan setiap hari. Dan ketika kita melihat kembali setelah beberapa tahun, mungkin dalam diri bisa mengatakan, “Saya telah membuat keputusan yang tepat”. Kita tak pernah tahu. Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah melakukan yang terbaik untuk itu.

Siapa pemain timnas Indonesia yang paling Ezra kagumi dan sangat menginspirasi Ezra untuk menjadi pemain timnas Indonesia? Alasannya?

Bepe (Bambang Pamungkas). Karena dia adalah pemain dengan caps terbanyak di timnas dan saya ingin mengikuti jejaknya.

Banyak pemain yang sudah dinaturalisasi malah performanya di bawah ekspektasi. Bagaimana Ezra menghindari atau mengatasi hal itu?

Saya hanya akan melakukan yang terbaik dan ingin menunjukkan kepada semua orang apa yang saya bisa. Saya masih sangat muda dan terus belajar setiap hari, dan saya akan melakukan apapun untuk bisa menjadi seorang pemain yang penting untuk Indonesia.